COVID 19 VIRTUAL OFFICE DAN REVOLUSI KERJA
COVID 19, VIRTUAL OFFICE DAN REVOLUSI KERJA
Facebook, Google dan terakhir Twitter telah memutuskan untuk memperbolehkan karyawannya bekerja di rumah dalam waktu yang panjang dan memungkinkan juga untuk meneruskan dan memermanenkan kebijakan tersebut meskipun pandemi covid 19 telah berakhir. Pandemi covid 19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia mengakibatkan seluruh lapisan dan aspek di masyarakat mengalami perubahan guna dapat beradaptasi serta tetap produktif dalam periode pandemi ini. Dunia kerja juga tentunya tidak terlepas dari dampak pandemi ini, dimana hampir seluruh industri di dunia khususnya di Indonesia mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk menjaga karyawannya terhindar dari virus ini namun tetap dapat produktif menjalankan pekerjaannya secara maksimal. Adapun, terlepas dari beberapa industri yang tetap diperbolehkan beroperasi oleh pemerintah, kebijakan yang secara umum di lakukan oleh hampir seluruh pelaku usaha di Indonesia adalah kerja dari rumah (work from home) sebagaimana juga dilakukan oleh Facebook, Google dan Twitter.

Hampir 3 bulan sudah sejak pemerintah Indonesia menganjurkan kepada pelaku usaha untuk melakukan kebijakan work from home dan sejak periode tersebut, tidak sedikit perusahaan yang bertahan dengan kebijakan tersebut bahkan menemukan patern baru dalam menjalankan kegiatan usahanya, meskipun tidak sedikit juga yang tidak berhasil melewati periode tersebut dan harus kembali mencari dan menemukan serta memprediksi situasi yang akan datang guna dapat kembali menjalankan kegiatan usahanya. Founder dan CEO dari Dot Health, Huda Idress, mengatakan bahwa perusahaannya akan mengadopsi kebijakan work form home secara permanen, mempertimbangkan bahwa periode sewa kantor fisik yang digunakan perusahaannya selama ini akan berakhir dan selama periode work form home ternyata karyawan cukup produktif melakukan pekerjaannya.

Prinsip work from home pada dasarnya bukan merupakan hal yang baru di Indonesia, di Jakarta khususnya, pemerintah daerah melalui Surat Edaran No.06/SE.2016 tentang Penerbitan Surat Keterangan Domisili dan Izin-Izin Lanjutan Bagi Pengguna Virtual Office tertanggal 29 Januari 2016 telah mendukung para pelaku usaha untuk dapat menggunakan virtual office dalam menjalankan kegiatan usahanya. Sebagaimana umum diketahui, beberapa tahun ini virtual office telah banyak digunakan oleh pelaku usaha untuk menjalankan usahanya. Adapun, tujuan dari penggunaan virtual office pada umumnya adalah karena pekerjaan tersebut dapat dilakukan dari rumah atau dari mana saja, dapat mengurangi biaya operasional sewa kantor fisik & staff administrasi serta tentunya risiko yang kecil apabila terjadi hal-hal seperti adanya covid 19 ini. Lebih lanjut, dengan adanya kebijakan work form home dan tidak menentunya situasi dan kebijakan maupun regulasi yang akan dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun daerah terhadap situasi saat ini, tentu virtual office dapat menjadi bahan pertimbangan untuk dapat digunakan saat ini bahkan digunakan untuk seterusnya.
>
Perbedaan Virtual Office dan Service Office
Perbedaan Virtual Office dan Service Office
Apakah perbedaan antara virtual office dan service office? Pertanyaan tersebut hampir selalu ditanyakan setiap kali terdapat konsumen yang sedang mencari tempat usaha. Secara garis besar perbedaan antara virual office dan service office terletak pada fisik kantor yang di gunakan, berdasarkan pengalaman kami, service office biasanya digunakan oleh para pelaku usaha yang telah atau akan membutuhkan kantor fisik yang dapat digunakan secara langsung di waktu dan hari kerja, di mana pelaku usaha tersebut biasanya akan menempatkan perwakilannya dengan menggunakan sarana pendukung seperti meja kerja, penyimpanan dokumen dan sarana pendukung lainnya.

Adapun, virtual office biasanya di gunakan oleh para pelaku usaha yang pada dasarnya belum membutuhkan tempat usaha secara langsung atau dengan kata lain pelaku usaha tersebut tidak atau belum memerlukan kantor fisik yang digunakan untuk operasionalnya sehari-hari akan tetapi hanya membutuhkan dalam waktu-waktu tertentu saja.

Lebih lanjut, selain adanya perbedaan fasilitas penggunaan antara ke dua layanan tersebut, perbedaan lainnya tentunya dapat di lihat dari segi perizinan. Acuan pembuatan perizinan menggunakan virtual office adalah Surat Edaran No. 06/SE/2016 tahun 2016. Sebagaimana dinyatakan dalam Surat Edaran tersebut, virtual office hanya dapat digunakan untuk bidang-bidang tertentu saja dengan kata lain tidak semua bidang usaha dapat menggunakan virtual office. Selain itu, perizinan dengan menggunakan virtual office juga hanya berlaku untuk 1 tahun sehingga konsumen yang menggunakan perizinan dengan menggunakan jasa virtual office di haruskan untuk memperpanjang perizinannya setiap waktu. Berbeda dengan penggunaan service office yang dapat dilakukan untuk seluruh bidang usaha dan dengan jangka waktu yang lebih lama bahkan untuk perizinan tertentu dapat berlaku sepanjang perusahaan tersebut berdiri.

Saat ini PriOffice mempunyai 22 ruangan service office dengan kapasitas yang beraneka ragam serta virtual office dengan beberapa paket yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan para pelaku usaha. Selain itu, PriOffice telah membantu ratusan badang usaha dalam pengurusan perizinan usahanya. Untuk rincian lebih lanjut dapat di lihat di website kami atau dapat menghubungi konsultan kami secara langsung.
>
Other Information Logo Footer
Social Media
Facebook
Instagram
Youtube
Linkedin
© Copyright 2020 Private Office. All Rights Reserved
Powered by IKTLink Mobile
Contact Information