Mengenal Pajak Perusahaan, Jenis dan Peraturan Kebijakan Terbaru

Pajak Perusahaan

Perubahan signifikan dalam pajak perusahaan telah hadir! Apakah Anda siap untuk menghadapinya? Memahami regulasi terbaru, penambahan atau pengurangan pajak, dan lainnya sangatlah penting untuk menghindari penalti dan memaksimalkan keuntungan.

Lebih dari sekadar poin-poin krusial, kami menawarkan solusi praktis untuk membantu Anda menavigasi perubahan pajak terbaru. Dapatkan rekomendasi dan panduan terperinci untuk menghindari penalti pajak dan mencapai optimasi keuangan yang maksimal.

Mengenal Pajak Perusahaan

Pajak Perusahaan PT

Pajak perusahaan adalah kewajiban finansial yang harus setiap badan usaha atau perusahaan yang terdaftar di Indonesia tunaikan. Kewajiban ini berlaku atas penghasilan yang perusahaan peroleh dari kegiatan usahanya.

1. Manfaat Pajak Perusahaan

Meskipun terkesan sebagai beban, pajak perusahaan PT maupun bentuk badan usaha lain ini, sebenarnya punya banyak fungsi, di antaranya:

  • Pajak yang perusahaan bayarkan bisa untuk mendanai beragam program pembangunan nasional, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
  • Bisa untuk mendanai program-program kesejahteraan sosial, seperti subsidi, bantuan langsung tunai, dan jaminan kesehatan.
  • Pemerintah pun membangun infrastruktur dan menaikkan iklim investasi, yang pada akhirnya bisa melahirkan lapangan kerja baru dengan memakai pajak.
  • Pajak berperan krusial dalam menjaga keseimbangan ekonomi negara melalui management peredaran uang dan mencegah inflasi.

2. Kewajiban Perusahaan Membayar Pajak

Membayar pajak adalah tanggung jawab yang harus semua perusahaan patuhi. Sedangkan yang tidak patuh dalam membayar pajak bisa terkena sanksi, seperti bunga, denda, dan bahkan pencabutan izin usaha.

3. Pentingnya Memahami Pajak Perusahaan

Memahami regulasi perpajakan sangatlah krusial bagi setiap bisnis owner. Dengan memahami regulasi ini, Anda dapat:

  • Menghitung dan melunasi pajak dengan tepat waktu.
  • Menghindari sanksi dan denda pajak.
  • Memanfaatkan beragam insentif pajak yang pemerintah bagikan.
  • Mengoptimalkan keuntungan bisnis Anda.

Jenis-Jenis Pajak Perusahaan di Indonesia

jenis-jenis Pajak Perusahaan

Sumber gambar : Canva edited by Canva

Pajak apa saja yang harus dibayar perusahaan? Sebagai wajib pajak badan usaha, perusahaan di Indonesia punya tanggung jawab dalam membayarkan beberapa jenis pajak, di antaranya:

1. Pajak Penghasilan (PPh) Badan

Pajak Penghasilan (PPh) Badan adalah pajak yang diterapkan atas penghasilan yang perusahaan peroleh dari kegiatan usahanya. Nah, untuk pajak perusahaan berapa persen? Tarif PPh Badan di Indonesia saat ini adalah 22% untuk penghasilan neto perusahaan.

Penghasilan neto bisa Anda hitung dengan cara:

“Penghasilan bruto – Biaya yang dapat dikurangkan”

Adapun rincian dari kedua faktor penghitung pajak di atas bisa Anda cek dari tabel di bawah ini.

Penghasilan BrutoBiaya yang Dapat Dikurangkan
Penjualan barang dan jasaBungaDividenPenghasilan lainnyaBiaya gaji dan tunjangan karyawanBiaya sewaBiaya penyusutanBiaya bungaBiaya lainnya

Sedangkan pada PPh Badan terutang bisa terhitung dengan cara:

“Tarif PPh Badan x Penghasilan neto”

Perlu Anda ketahui, bahwa PPh Badan harus terlunaskan dalam empat tahap, yaitu:

TahapJatuh Tempo PembayaranPersentase
ISaat SPT Tahunan PPh Badan tersampaikan50%
II3 bulan setelah SPT Tahunan PPh Badan tersampaikan25%
III6 bulan setelah SPT Tahunan PPh Badan tersampaikan15%
IV9 bulan setelah SPT Tahunan PPh Badan tersampaikan10%

Sebagai catatan, SPT Tahunan PPh Badan harus Anda sampaikan paling lambat tiga bulan setelah akhir tahun pajak. Kemudian, untuk pelunasannya bisa melalui bank yang Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tunjuk. Nah, yang paling krusial, ingat bahwa keterlambatan melunasi PPh Badan akan kena sanksi berupa denda dan bunga.

2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak atas setiap penjualan barang dan jasa di Indonesia. Tarif PPN saat ini adalah 11%.

PPN terutang bisa Anda hitung dengan cara:

“Tarif PPN x Nilai Penjualan Barang dan Jasa (NPnJB)”

Adapun NPnJB sendiri meliputi harga jual barang atau jasa dan juga nilai PPN yang terkena dari penjualan barang atau jasa sebelumnya.

Sedangkan PPN harus ditarik oleh penjual dan disetorkan ke pemerintah melalui bank yang tertentu sesuai arahan. Pembeli barang atau jasa berhak atas kredit PPN atas PPN yang telah tertunaikan kepada penjual.

3. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah pajak atas kepunyaan tanah dan bangunan. Tarif PBB bervariasi tergantung dari daerah dan nilai jual objek pajak (NJOP) tanah dan bangunan.

PBB terutang bisa Anda hitung dengan cara:

“Tarif PBB x NJOP”

PBB harus pemiliktanah dan bangunan tunaikan dalam dua tahap, yaitu:

  • Tahap I – 50% dari PBB terutang tertunaikan  pada bulan April.
  • Tahap II – 50% dari PBB terutang tertunaikan  pada bulan Oktober.

4. Pajak Bea Meterai

Pajak Bea Meterai adalah pajak atas dokumen-dokumen tertentu, seperti akta perjanjian, surat perjanjian, dan kwitansi. Tarif Pajak Bea Meterai bervariasi tergantung dari jenis dokumen.

Pelunasan Pajak Bea Meterai harus dengan cara menempelkan materai pada dokumen yang bersangkutan.

Adapun jenis-jenis dokumen yang kena Pajak Bea Meterai dapat Anda lihat pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 10/PMK.03/2017 tentang Jenis Dokumen yang Wajib Bea Meterai [1].

5. Pajak Lainnya

Selain macam-macam pajak di atas, masih ada beberapa pajak lain yang mungkin harus perusahaan tunaikan, seperti contoh pajak perusahaan atas hal ini:

  • Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
  • Pajak Hibah dan Warisan
  • Pajak Air Tanah
  • Pajak Reklame

Oleh karena itu, perusahaan perlu untuk mempelajari regulasi perpajakan yang berlaku agar memenuhi tanggung jawab perpajakannya secara tepat.

Peraturan Pajak Perusahaan Terbaru (2024)

 peraturan Pajak Perusahaan terbaru

Sumber gambar : Canva edited by Canva

Sebagai bisnis owner, sangatpenting untuk selalu mengikuti perkembangan regulasi perpajakan terbaru. Hal ini untuk memastikan bahwa Anda telah memenuhi tanggung jawab perpajakan Anda secara tepat dan menghindari sanksi. Adapun beberapa perubahan terpadu di 2024 ini bisa Anda cek dalam list di bawah ini.

1. Perubahan Tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan

Tarif PPh Badan di Indonesia saat ini masih 22%. Namun, pemerintah telah berencana untuk mengurangi tarif PPh Badan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. Adapun history-nya seperti di bawah ini.

  • 2008 – Tarif PPh Badan umum sebesar 28% dari penghasilan kena pajak (Pasal 17 ayat (2a) UU PPh No. 38/2008).
  • 2010 – Tarif PPh Badan turun jadi 25%.
  • 2020 – UU No. 2 Tahun 2020 menurunkan tarif PPh Badan jadi 22% untuk Tahun Pajak 2020 dan 2021.
  • 2022 – UU HPP No. 7/2021 menetapkan kembali tarif PPh Badan sebesar 22% yang berlaku mulai Tahun Pajak 2022 hingga saat ini [2].

2. Perubahan Regulasi Penghasilan Neto

Terdapat beberapa perubahan dalam regulasi penghasilan neto untuk PPh Badan, antara lain:

  • Biaya sewa gedung dan peralatan yang dipakai untuk kegiatan usaha dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.
  • Biaya penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan produk atau jasa baru dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.
  • Sumbangan kepada badan usaha nirlaba yang telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.

3. Perubahan Regulasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

  • Penambahan Jenis Barang dan Jasa Kena Pajak (BKP/JKP) – Belum ada informasi resmi mengenai penambahan jenis BKP/JKP baru yang terkena PPN di tahun 2024.
  • Perubahan Tarif PPN – Hingga saat ini, tarif PPN masih 11% dan belum ada pengumuman resmi terkait perubahan tarif PPN di tahun 2024.
  • Perubahan Regulasi E-faktur – Belum ada informasi resmi mengenai perubahan regulasi e-faktur di tahun 2024.

4. Perubahan Regulasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Terdapat beberapa perubahan dalam regulasi PBB, antara lain:

  • NJOP tanah dan bangunan akan tercustomize secara berkala berdasarkan nilai pasar.
  • Pemerintah membagikan insentif PBB kepada wajib pajak yang taat dalam melunasi PBB.

Konsultasikan Pajak Perusahaan Anda dengan PriOffice

Sumber gambar : Screenshot dari PriOffice edited by Canva

Alt text: peraturan Pajak Perusahaan terbaru

Deskripsi : halaman depan website PriOffice

Memahami regulasi perpajakan terbaru bisa menjadi hal yang rumit. Oleh karena itu, PriOffice hadir untuk mempermudah Anda. PriOffice adalah perusahaan yang menyediakan jasa konsultansi pajak guna menolong Anda dalam memenuhi tanggung jawab perpajakan Anda dengan tepat.

Dengan memakai jasa konsultansi pajak PriOffice, Anda akan memperoleh:

  • Analisis dan review atas kepatuhan pajak usaha Anda.
  • Bantuan dalam perhitungan pajak perusahaan dan melaporkan pajak usaha Anda.
  • Pendampingan dalam menghadapi pemeriksaan pajak.
  • Tips dan strategi untuk mengoptimalkan keuntungan pajak Anda.

Hubungi PriOffice sekarang juga untuk konsultasi gratis!

PriOffice siap menjadi partner Anda dalam mengoptimalkan keuntungan pajak perusahaan Anda dan mencapai kesuksesan bisnis Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *