HomeArtikelUncategorizedBerapa Banyak KBLI yang Bisa Dipilih dalam Pendirian PT?

Berapa Banyak KBLI yang Bisa Dipilih dalam Pendirian PT?

Dalam proses pendirian Perseroan Terbatas (PT) di Indonesia, salah satu aspek penting yang wajib ditentukan adalah kode KBLI atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. KBLI berfungsi untuk mengelompokkan bidang usaha yang akan dijalankan oleh suatu perusahaan.

Muncul pertanyaan penting dari banyak calon pendiri PT: berapa banyak KBLI yang boleh dipilih dalam satu PT? Apakah ada batasannya? Artikel ini akan mengupas secara menyeluruh mengenai jumlah KBLI yang bisa dipilih, aturan mainnya, serta strategi dalam memilih KBLI yang tepat untuk usaha Anda.

Apa Itu KBLI dan Mengapa Wajib Dicantumkan Saat Mendirikan PT?

KBLI adalah sistem klasifikasi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan digunakan secara nasional untuk mengidentifikasi jenis kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pelaku usaha. Setiap KBLI terdiri dari 5 digit angka yang masing-masing menunjukkan sektor, subsektor, kelompok, sub-kelompok, dan rincian kegiatan.

Contoh:

  • KBLI 62012: Aktivitas Pengembangan Aplikasi Perdagangan Melalui Internet (E-Commerce)

KBLI digunakan oleh pemerintah dalam berbagai keperluan seperti:

  • Penentuan izin usaha
  • Pelaporan pajak
  • Perizinan melalui OSS
  • Statistik nasional

Berapa Jumlah Maksimal KBLI yang Bisa Dicantumkan dalam Satu PT?

Sebenarnya, tidak ada batasan jumlah maksimal KBLI secara resmi dalam aturan pemerintah saat mendirikan PT. Anda boleh mencantumkan lebih dari satu kode KBLI, bahkan hingga puluhan, selama:

  1. Sesuai dengan ruang lingkup usaha yang akan dijalankan
  2. Masuk akal dan relevan dengan tujuan pendirian PT
  3. Dicantumkan secara jelas di dalam akta pendirian perusahaan
  4. Bisa dijelaskan secara logis kepada notaris dan sistem OSS

Namun, perlu diketahui bahwa meskipun tidak ada batasan jumlah secara eksplisit, semakin banyak KBLI yang dipilih, semakin kompleks pula proses verifikasi perizinan, terutama untuk usaha risiko menengah dan tinggi.

Dampak Memilih Banyak KBLI dalam Satu PT

Memasukkan banyak KBLI ke dalam akta pendirian memiliki kelebihan dan kelemahan:

Kelebihan:

  • PT memiliki fleksibilitas untuk menjalankan lebih dari satu jenis usaha tanpa harus mengubah akta setiap kali menambah bidang baru.
  • Memudahkan pengembangan usaha di masa depan.
  • Bisa mengikuti tender dari berbagai bidang selama masih dalam cakupan KBLI yang ada.

Kekurangan:

  • Proses pembuatan izin di OSS bisa menjadi lebih rumit karena setiap KBLI memiliki klasifikasi risiko yang berbeda.
  • Membingungkan dalam pengelolaan administratif dan perpajakan bila kegiatan usaha sangat bervariasi.
  • Jika KBLI yang dipilih terlalu umum atau tidak benar-benar dijalankan, bisa menimbulkan pertanyaan dari instansi pajak atau instansi teknis.

Apakah Semua KBLI Harus Didaftarkan Sekaligus Saat Awal Mendirikan PT?

Idealnya, Anda mencantumkan semua KBLI yang pasti atau potensial akan digunakan dalam waktu dekat. Namun jika di masa mendatang Anda ingin menambah kegiatan usaha baru, KBLI bisa ditambahkan kemudian dengan mengubah akta perusahaan melalui notaris.

Tambahan KBLI tersebut nantinya juga harus dilaporkan di OSS dan bisa berdampak pada perubahan izin usaha.

KBLI dan Hubungannya dengan Izin Usaha di OSS

Setiap KBLI memiliki klasifikasi risiko (rendah, menengah, tinggi) yang akan menentukan jenis izin yang harus diperoleh melalui OSS:

  • KBLI Risiko Rendah → Cukup dengan NIB
  • KBLI Risiko Menengah → Butuh NIB dan Sertifikat Standar
  • KBLI Risiko Tinggi → Butuh NIB dan Izin dari kementerian teknis

Jika Anda mencantumkan beberapa KBLI dengan tingkat risiko yang berbeda-beda, maka proses pengurusan izin akan mengikuti yang paling kompleks. Misalnya, jika Anda mencantumkan KBLI untuk perdagangan eceran (risiko rendah) dan pengolahan bahan kimia (risiko tinggi), maka Anda tetap harus memenuhi persyaratan teknis untuk usaha dengan risiko tinggi.

Strategi Memilih KBLI yang Efisien

  1. Fokus pada kegiatan inti usaha
    Pilih 1–3 KBLI utama yang benar-benar akan dijalankan dalam 6–12 bulan ke depan. Ini akan memudahkan pengurusan izin awal dan membuat data lebih relevan.
  2. Gunakan referensi resmi
    Pastikan Anda menggunakan KBLI versi terbaru (KBLI 2020) dari situs BPS atau OSS. Hindari memilih kode berdasarkan tebakan atau informasi lama.
  3. Konsultasikan dengan Notaris atau Konsultan
    Sebelum menyusun akta, diskusikan bidang usaha Anda dan rencana ekspansi agar KBLI yang dimasukkan benar-benar sesuai dan tidak memberatkan izin di kemudian hari.
  4. Pikirkan implikasi perpajakan dan administrasi
    Terlalu banyak KBLI bisa membuat urusan perpajakan lebih kompleks, terutama jika ada kegiatan yang membutuhkan laporan pajak berbeda.

Contoh Penggunaan Banyak KBLI dalam PT

Sebuah perusahaan digital bisa mencantumkan beberapa KBLI seperti:

  • 62011 (Pengembangan Perangkat Lunak)
  • 63122 (Hosting dan Aktivitas Terkait)
  • 47911 (Perdagangan Eceran Melalui Internet)
  • 70209 (Konsultasi Manajemen Lainnya)

Selama semua kegiatan ini saling terkait dan dilakukan dalam struktur bisnis yang sama, maka penggunaan beberapa KBLI ini tidak masalah.

Namun, jika perusahaan tersebut juga ingin menjalankan usaha kontraktor bangunan (KBLI 41011), maka perlu dipertimbangkan kembali apakah kegiatan ini benar-benar dilakukan, karena bisa mengubah profil risiko dan memerlukan perizinan tambahan yang cukup kompleks.

Apakah Boleh Menghapus KBLI yang Sudah Tidak Dijalankan?

Ya, jika dalam perjalanan bisnis Anda ingin menghapus atau mengganti KBLI, Anda bisa melakukannya dengan cara:

  1. Mengubah akta pendirian PT melalui notaris
  2. Melaporkan perubahan tersebut ke sistem AHU dan OSS
  3. Menyesuaikan data NPWP dan pelaporan pajak (jika diperlukan)

Proses ini tidak terlalu rumit, namun tetap memerlukan biaya notaris dan waktu.

Tidak ada batasan resmi mengenai jumlah maksimal KBLI yang bisa dipilih dalam pendirian PT. Anda bisa mencantumkan beberapa KBLI sekaligus, selama masih relevan dengan kegiatan usaha yang akan dijalankan. Namun, perlu kehati-hatian karena terlalu banyak KBLI bisa menyulitkan proses perizinan dan menimbulkan pertanyaan dari instansi terkait.

Strategi terbaik adalah memilih KBLI yang benar-benar dibutuhkan, relevan dengan visi jangka panjang usaha, dan tidak memberatkan secara administratif. Di artikel berikutnya, kita akan membahas langkah-langkah lengkap bagaimana cara mendaftarkan perusahaan Anda melalui jasa pendirian PT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *